Penyelidikan dalam IPA

Dalam membuat karya ilmiah dan skripsi pada sekolah maupun kuliah kita harus teknik penentuan metode penelitian ilmiah. Metode ilmiah sangatlah harus ada jika kita melakukan suatu penelitian pada bidang yang kita kaji.

Agar lebih mantap dalam melakukan sebuah penelian ada baiknya kalian mempelajari metode penelitian ilmiah sebelum kalian melakukan sebuah penelitian. Jadi, Simaklah baik-baik kajian di bawah ini.

Penelitian ilmiah bukan penelitian yang sembarangan dilakukan orang, tetapi penelitian yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk mendapatkan sebuah kebenaran atau petunjuk dalam penelitian dilakukan yang disebut metode ilmiah.

Penelitian ilmiah harus dapat dipertanggung jawabkan atas kesimpulan diambil, jika tidak benar maka ditolak dan jika benar maka diterima.
Tahapan yang dilakukan dalam metode ilmiah adalah melakukan pengamatan (observasi), mengajukan pertanyaan, membuat hipotesis atau disebut dugaan sementara, membuat prediksi, dan melakukan eksperimen.

Mengamati merupakan dasar dalam penelitian secara ilmiah. Dimana kita melakukan pengamatan untuk mendapatkan suatu hal yang akan menjadi permasalahan dalam penelitian.

Misalnya sebuah senter yang kita ketahui merupakan hasil pengamatan terhadap senter tersebut, pada saat tidak menyala kita akan menemukan suatu permasalahan atau penelitian terhadap senter tersebut atas pertanyaan ''mengapa senter tersebut tidak menyala ?''.

Itu adalah sebuah pertanyaan yang kemudian kita arahkan ke hipotesis atau dugaan terhadap senter tidak menyala, misalnya senter mati karena baterai atau karena senter rusak.

Kemudian prediksi dengan cara, jika senter diganti mungkin senter nyala, jika tidak maka senter rusak yang dilanjutkan dengan eksperimen dengan menggantikan s.ebuah baterai yang kemudian kita mencoba untuk menyalakan.

Jika menyala mungkin karena baterai habis, jika tidak maka bukan permasalahan pada baterai dan kita cari lagi.

    Tahapan metode ilmiah dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Bagan Proses Penyelidikan IPA
1. Pengamatan. Pengamatan terbagi dua yaitu; kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif dilakukan dengan menggunakan indra tanpa mengacu satuan yang bisa ditentukan dengan hitungan.

2. Pertanyaan. Masalah yang akan diajukan dengan berupa pertanyaan

3. Hipotesis. Hipotesis merupakan dugaan sementara yang masih membutuhkan pengujian. Hipotesis memiliki variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. variabel bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama peneltiti. Variabel terikat adalah variabel yang terjadi akibat perlakukan variabel bebas. Misalnya senter menyala akibat dari baterai. berarti penggantian baterai baru dan menggunakan baterai lama untuk percobaan sebagai variabel bebas. variabel terikat yang tidak mengalami penggantian misalnya kabel, lampu, dan lain-lain,

4. Prediksi. Prediksi merupakan pernyataan yang dapat diuji dalam eksperimen. Prediksi didasarkan pada pengamatan yang cermat dan inferensi tentang hubungan antara beberapa kejadian yang diamati. Inferensi adalah penjelasan atau interprestasi berdasarkan hasil pengamatan. Terkadang kita salah dalam menentukan prediksi dengan hipoteis yang sebenarnya memilik perbedaan dalam penelitian, yaitu hipotesis berdasarkan pada benda yang kita amati, bukanlah langsung ke hasil atau cara untuk mendapatkan kesimpulan, seperti baterai mempengaruhi menyalanya senter berarti diperlukan 2 baterai, yaitu baterai sebelumnya dan yang baru untuk membuktikannya. sedangkan prediksi mengarahkan pada hasil atau kesimpulan sementara. jika penggantian baterai maka senter akan menyala.

5. Eksperimen. Suatu prediksi dapat diuji dengan eksperimen. Eksperimen dilakukan dalam suatu lingkungan yang dikontrol dengan baik. Selanjutnya, akan diperoleh sekumpulan data hasil eksperimen yang kemudian diolah dan dipahami sehingga membentuk suatu kesimpulan.

Daftar Pustaka
Pratiwi, D.A, Maryati, S. Srikimi, Suharno, & S. Bambang.2007. Biologi untuk SMA Kelas X. Jakarta. Penerbit Erlangga.




Post a Comment