Mandiri Belajar Sains - Bimbel dan Kursus Privat Samarinda

Anak anda ingin pintar dalam pelajaran sains atau kalian ingin bisa komputer. Jika itu yang Anda inginkan maka bergabunglah belajar bersama kami di Mandiri Belajar Sains Samarinda.

Kami membuka kursus dan Bimbingan Belajar PRIVAT untuk anak SD serta umum untuk kursus komputer untuk daerah Samarinda. Kalian tidak usah pusing soal dimana tempat ngeles terbaik dan murah sesuai dengan kantong anda.

Karena ngeles dan kursus privat disini sangatlah murah cukup mengeluarkan Rp. 40.000/pertemuan dan untuk paket Rp. 150.000-450.000/bulan kalian sudah bisa belajar bersama kami. Bukan hanya itu kami memberikan garansi bagi yang mengikuti Bimbel Privat Berpaket dari kami.

Bimbel dan Kursus kami diantaranya adalah MIPA (Matematika dan IPA), Komputer Office (Mengetik menggunakan sepuluh Jari), Dasar-Dasar Linux, Membuat Blog dan Baca Qur'an.

Mengapa Memilih Kami ?
- Kami memberikan biaya untuk ngeles (bimbel) dan privat dengan biaya yang murah hanya Rp. 40.000. Bisa lebih murah jika belajar berkelompok dan berpaket sampai harga Rp.150.000/bulan.

- Kami akan posting soal dan materi melalui situs kami sehingga kalian dapat belajar 24 jam.

- Kami akan menganalisa kemampuan Anda dengan “Analysis Personalis” sehingga kami mengeahui tingkat kemampuan anda sehingga kami tahu pelajaran tepat untuk anda.

- Kami yang akan datang ke rumah anda, bukan anda datang ke rumah kami sehingga hemat waktu dan Bensin.


12 Kali Pertemuan Per bulan (Paket)

Untuk Harga Privat  Rp. 40.000/pertemuan
Untuk Harga Regular Rp. 50.000/bulan

Untuk Harga Paket Dapat Dilihat Di tabel Di Bawah Ini:
Privat 1 Orang 2 Orang 3 Orang 4 Orang 5 Orang
MIPA 450.000 300.000 200.000 175.000 150.000
Kursus 450.000 300.000 200.000 175.000 150.000
Baca Qur'an 450.000 300.000 200.000 175.000 150.000

Jadwal Bimbel atau Baca Qur'an
No. Waktu Belajar Hari Belajar
Mulai Selesai Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu
1 09:00 10:30






2 11:00 12:30 v

v

v
3 01:00 02:30






4 03:00 04:30






5 05:00 06:30






6 07:00 08:30







Jadwal Kursus Komputer
No. Waktu Kursus Hari Kursus
Mulai Selesai Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu
1 09:00 10:30






2 11:00 12:30 v

v

v
3 01:00 02:30






4 03:00 04:30






5 05:00 06:30






6 07:00 08:30






Jadi, buruan bergabung bersama kami sebelum kepenuhan. Kami hanya melayani untuk daerah Samarinda saja.

Untuk Regular hanya Rp. 50.000/bulan, Jika Kalian Berminat kalian dapat Menghubungi di bawah ini.
Nama : Fido
Email : Fimoto95@gmail.com
SMS : 082255558486
Alamat : Jalan Amuntai 3 No. 9 RT. 69 Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Jika Kalian ingin saran dan pertanyaan seputar bimbel dan kursus kami, kalian bisa masukkan dikomentar di bawah postingan. Kami akan senang atas komentar dan pertanyaan anda.

Kami akan merespon komentar dan pertanyaan anda secepat mungkin.

Tag : Kursus Komputer Samarinda - Murah dan Terbaik, Bimbel SD Samarinda – Murah dan Terbaik, Belajar Qur'an Samarinda – Murah dan Terbaik, Kursus Mengetik Samarinda Murah dan Terbaik, Kursus Linux Samarinda Murah dan Terbaik, Ngeles SD Samarinda – Murah dan Terbaik, Bimbingan Belajar SD Samarinda – Murah dan Terbaik.

Kelipatan Persekutuan dan Faktor Persekutuan Matematika

Kelipatan Persekutuan dan Faktor Persekutuan Matematika
Kelipatan Persekutuan dan Faktor Persekutuan termasuk dalam matematika yang harus kita pelajari karena sangat penting untuk bab pelajaran berikutnya. Kelipatan Persekutuan dan Faktor persekutuan yang dipelajari disini dua bilangan saja untuk membatasi postingan ini. Disini akan mempelajari yang namanya bilangan Prima yang berguna dalam pelajaran KPK dan FPB selanjutnya. Jika kalian perlu mempelajari Kelipatan Persekutuan dan Faktor Persekutuan tiga bilangan kalian bisa ajukan dikomentar di bawah postingan ini.

A. Kelipatan Persekutuan
Apa yang dimaksud kelipatan persekutuan ?
Definisi kelipatan persekutuan dapat diartikan sebagai bilangan yang mempunyai persamaan kelipatan dari dua atau lebih bilangan. Artinya dua bilangan yang menghasilkan suatu kelipatan memiliki nilai yang sama. Misalnya pada bilangan kelipatan 2 dan 3 menghasilkan persamaan kelipatan pada bilangan 6, 12, dan 18.

Bagaimana mencari kelipatan persekutuan ?
Mencari suatu persukutuan dilakukan dengan mencari kelipatan masing-masing.
Bilangan kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32 dan seterusnya.
Bilangan kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36 dan seterusnya.
Bilangan kelipatan yang memiliki persamaan dapat dilihat di bilangan yang ditebali.
12 dan 24 adalah bilangan kelipatan persekutuan.

Untuk lebih memahami, kerjakanlah soal kelipatan persekutuan di bawah ini.
a. 6 dan 5 (Contoh Soal)
Bilangan Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, …..
Bilangan Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 6 dan 5 adalah 30 dan 60
b. 5 dan 4
c. 6 dan 10
d. 9 dan 8
e. 8 dan 5
f. 5 dan 8
g. 9 dan 2
h. 3 dan 8
I. 5 dan 6
j. 4 dan 7
k. 3 dan 6

B. Faktor Persekutuan
Apa yang dimaksud Faktor Persekutuan ?
Definisi faktor persekutuan dapat diartikan sebagai bilangan yang mempunyai persamaan faktor dari dua atau lebih bilangan. Sama dengan kelipatan persekutuan yang membedakannya hanya pada faktor persekutuan yang digunakan. Bilangan 12 dan 4 memiliki bilangan persekutuan 1, 2, dam 4.

Bagaimana mencari Faktor Persekutuan ?
Misalnya pada 20 dan 16 pesekutuannya dicari dengan cara membuat faktor dari masing-masing bilangan tersebut.
Bilangan faktor 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, 20
Bilangan faktor 16 adalah 1, 2, 4, 16.
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1, 2, dan 4.

Untuk mengetahui cara bagaimana menentukan bilangan suatu faktor baca di postingan Kelipatan dan Faktor Matematika.

Untuk lebih memahami kerjakanlah soal faktor persekutuan di bawah ini
a. 20 dan 10 (Contoh Soal)
Bilangan faktor 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, 20
Bilangan faktor 10 adalah 1, 2, 5
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1, 2, dan 5.

b. 15 dan 30
c. 4 dan 7
d. 56 dan 21
e. 56 dan 24
f. 35 dan 25
g. 50 dan 20
h. 64 dan 24
I. 40 dan 25
j. 45 dan 27
k. 48 dan 30
Untuk jawaban soal faktor persekutuan bisa dilihat di bawah postingan ini.

C. Bilangan Prima
Apa yang dimaksud bilangan prima ?
Bilangan Prima adalah bilangan yang hanya mempunyai dua faktor. Misalnya angka 7 memiliki faktor yaitu 1 dan 7. Jadi angka 7 termasuk bilangan prima. Bilangan Prima ini harus kalian hafal minimal 1 sampai 19 untuk pelajaran selanjutnya.

Bagaimana Mengetahui bilangan prima atau tidak ?
Cara mendapatkannya dengan cara mencari faktor suatu bilangan tersebut. Jika ternyata bilangan itu memiliki lebih dari 2 faktor berarti bilangan tersebut bukan bilangan prima. Contoh;
Bilangan 6 faktornya adalah 1, 2, 3 dan 6. Bukan bilangan prima
Bilangan 5 faktornya adalah 1 dan 5. Bilanganya termasuk bilangan prima.

Untuk mencari faktor suatu bilangan bisa kalian baca pada postingan faktor suatu bilangan.

Untuk lebih memahami kerjakanlah soal bilangan prima di bawah ini.
Cari yang mana bilangan prima atau bukan.
a. 10 (Contoh Soal)
Faktor bilangan 10 adalah 1, 2, 5, dan 10. Bukan bilangan prima.

b. 3
c. 7
d. 8
e. 13
f. 14
g. 19
h. 26
I. 30
j. 4
k. 20
Untuk jawaban soal bilangan prima, kalian dapat melihatnya di bawah postingan ini.

D. Jawaban Soal Kelipatan Persekutuan dan Faktor Persekutuan
1. Jawaban Soal Kelipatan Persekutuan
b. 5 dan 4
Bilangan Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60, …..
Bilangan Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 5 dan 4 adalah 20 dan 40

c. 6 dan 10
Bilangan Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, …..
Bilangan Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 6 dan 5 adalah 30 dan 60

d. 9 dan 8
Bilangan Kelipatan 9 adalah 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90, …..
Bilangan Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 9 dan 8 adalah 72

e. 8 dan 5
Bilangan Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, …..
Bilangan Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 8 dan 5 adalah 40

f. 5 dan 8
Bilangan Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60, …..
Bilangan Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 5 dan 8 adalah 40

g. 9 dan 2
Bilangan Kelipatan 9 adalah 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90, …..
Bilangan Kelipatan 2 adalah 2, 4, 6, 8, 12, 14, 16, 18, 20, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 9 dan 2 adalah 18

h. 3 dan 8
Bilangan Kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, …..
Bilangan Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 3 dan 8 adalah 24

I. 5 dan 6
Bilangan Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60, …..
Bilangan Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 5 dan 6 adalah 30 dan 60

j. 4 dan 7
Bilangan Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, …..
Bilangan Kelipatan 7 adalah 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, 63, 70, …..
Bilangan Persekutuan kelipatan 4 dan 7 adalah 28

k. 3 dan 6
Bilangan Kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, …..
Bilangan Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, …..

Bilangan Persekutuan kelipatan 3 dan 6 adalah 6, 12, 18, 24, dan 30

2. Jawaban Soal Faktor Persekutuan
b. 15 dan 30
Bilangan faktor 15 adalah 1, 3, 5,15.
Bilangan faktor 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30.
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1, 3, dan 15.

c. 4 dan 7
Bilangan faktor 4 adalah 1, 2, 4.
Bilangan faktor 7 adalah 1, 7
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1.

d. 56 dan 21
Bilangan faktor 56 adalah 1, 2, 4, 7, 8, 14, 28, 56
Bilangan faktor 21 adalah 1, 3, 7, 21
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1 dan 7.

e. 56 dan 24
Bilangan faktor 56 adalah 1, 2, 4, 7, 8, 14, 28, 56
Bilangan faktor 24 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24.
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1, 2, 4, dan 8.

f. 35 dan 25
Bilangan faktor 35 adalah 1, 5, 7, 35
Bilangan faktor 25 adalah 1, 5, 25
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1 dan 5.

g. 50 dan 20
Bilangan faktor 50 adalah 1, 2, 5, 10, 25, 50.
Bilangan faktor 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, 20
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1, 2, 5, dan 10.

h. 64 dan 24
Bilangan faktor 64 adalah 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64
Bilangan faktor 24 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1, 2 dan 8.

I. 40 dan 25
Bilangan faktor 40 adalah 1, 4, 5, 8, 10, 20, 40.
Bilangan faktor 25 adalah 1, 5, 25
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1 dan 5.

j. 45 dan 27
Bilangan faktor 45 adalah 1, 3, 5, 9, 15, 45
Bilangan faktor 10 adalah 1, 2, 5, 10
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat diliha, t digaris yang telah ditebali yaitu 1 dan 5.

k. 48 dan 30
Bilangan faktor 48 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 16, 24, 48
Bilangan faktor 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30
Jadi, Bilangan persekutuannya dapat dilihat digaris yang telah ditebali yaitu 1, 2, 3 dan 6.

3. Jawaban Soal Bilangan Prima
b. Faktor bilangan 3 adalah 1 dan 3. Jadi, termasuk bilangan prima.
c. Fakor bilangan 7 adalah 1 dan 7. Jadi, termasuk bilangan prima.
d. Faktor bilangan 8 adalah 1, 2, 4, dan 8. Jadi, bukan termasuk bilangan prima.
e. Faktor bilangan 13 adalah 1 dan 13. Jadi, termasuk bilangan prima.
f. Faktor bilangan 14 adalah 1, 2, 7, dan 14. Jadi, bukan termasuk bilangan prima
g. Faktor bilangan 19 adalah 1 dan 19. Jadi, termasuk bilangan prima.
h. Faktor bilangan 26 adalah 1, 2, 13, dan 26. Jadi, bukan termasuk bilangan prima.
I. Faktor bilangan 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30. Jadi, bukan termasuk bilangan prima.
j. Faktor bilangan 4 adalah 1, 2, dan 4. Jadi, bukan termasuk bilangan prima.
k. Faktor bilangan 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20. Jadi, bukan termasuk bilangan prima.

Kelipatan dan Faktor Bilangan Matematika

Kelipatan dan Faktor Bilangan Matematika
Dalam matematika kita sering mendengar dengan kata kelipatan suatu bilangan dan faktor suatu bilangan. Kedua hal itu sangat penting dipelajari karena kedua hal itu adalah awal untuk belajar matematika lebih tinggi. Jadi, sebelum mempelajari matematika lebih tinggi sebaiknya kita mempelajari definisi dan cara menentukan kelipatan dan faktor bilangan tersebut.

A. Kelipatan Suatu Bilangan
Apa itu Kelipatan Suatu Bilangan ?
Definisi kelipatan suatu bilangan dapat di artikan sebagai “hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli. Yang dimaksud bilangan asli adalah 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.

Apakah nol dan bilangan negatif termasuk bilangan asli?
Jawabannya tidak. Karena hasil kali antara bilangan itu tidak menghasilkan kelipatan. Coba kalian ambil sebuah kertas dan kalian lipat. Tidak adakan namanya 0 sedangkan negatif tidak juga adakan. Kalian hitung pada saat kalian melipat kertas adalah 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.

Bagaimana Menentukan Kelipatan Suatu Bilangan ?
Misanya bilangan 3 kelipatan dari berapa?. Bagaimana kita mencari?. Kalikan bilangan 3 dengan angka 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya secara berurutan. Dan hasilnya adalah kelipatannya.
1 x 3 = 3
2 x 3 = 6
3 x 3 = 9
4 x 3 = 12
5 x 3 = 15
6 x 3 = 18
Masukkan bilangan ditebali di atas menjadi seperti ini
3, 6, 9, 12, 15, 18
Jadi, bilangan kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, dan seterusnya

Untuk lebih memahami kerjakanlah soal kelipatan suatu bilangan di bawah ini?
a. Bilangan-Bilangan kelipatan 2 adalah 2, 4, …..., …..., …... (Contoh soal)
1 x 2 = 2
2 x 2 = 4
3 x 2 = 6
4 x 2 = 8
5 x 2 = 10
6 x 2 = 12
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 2 adalah 2, 4, 6, 8, 10.

b. Bilangan-bilangan kelipatan 4 adalah 4, 8, …..., …..., …....
c. Bilangan-bilangan kelipatan 8 adalah 8, 16, …..., …..., …....
d. Bilangan-bilangan kelipatan 9 adalah 9, 18, …..., …..., …....
e. Bilangan-bilangan kelipatan 11 adalah 11, 22, …..., …..., …...
f. Bilangan-bilangan kelipatan 13 adalah 13, 26, …..., …...., …....
g. Bilangan-bilangan kelipatan 14 adalah 14, 28, …..., …...., …....
h. Bilangan-bilangan kelipatan 16 adalah 16, …...., …...., …...., ….....
i. Bilangan-bilangan kelipatan 25 adalah …...., …...., …...., …...., …....
j. Bilangan-bilangan kelipatan 35 adalah …...., …...., …...., …...., …....
k. Bilangan-bilangan kelipatan 50 yang lebih dari 60 tetapi kurang dari 200 adalah …...., …...., …....
Untuk jawaban soal kelipatan suatu bilangan dapat dilihat di bawah postingan ini.

B. Faktor Suatu Bilangan
Apa yang dimaksud faktor suatu bilangan ?
Definisi faktor suatu bilangan adalah suatu bilangan yang membagi bilangan lain menghasilkan bilangan asli. Misalnya bilangan 8 dibagi 2. Jadi, faktor adalah 2. Karena bilangan yang membagi adalah 2. Bilangan yang membaginya harus bilangan asli.

Kalau hasil bilangannya desimal atau pecahan, apakah yang membaginya termasuk faktor ?
Tidak. Bilangan harus mendapatkan bilangan asli.
Contoh Bilangan tidak termasuk faktor bilangan.
8 : 3 = 2, 666 atau 2 1/3
7 : 2 = 3,5 atau 3 1/5

Apakah Kelipatan Suatu Bilangan dengan Faktor Suatu Bilangan memempunyai perbedaan jelas ?
Ya, Kelipatan bilangan ditentukan dengan cara mengalikan bilangan tersebut. Sedangkan faktor bilangan ditentukan dengancara membagikan bilangan tersebut.

Bagaimana mencari faktor suatu bilangan ?
Misalnya angka 6. Kita bagi bilangan 6 dengan bilangan asli dengan berurutan. Tahukan bilangan asli. 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya itulah dinamakan bilangan asli.
6 : 1 = 6
6 : 2 = 3
6 : 3 = 2
6: 4 = 1,5 (bukan Faktor Bilangan)
6 : 5 = 1,2 (bukan Faktror Bilangan)
6 : 6 = 1
Jadi, Faktor Bilangan 6 adalah 1, 2, 3, dan 6.

Cara Cepat menentukan suatu bilangan?
Cara Pertama:
Misalnya angka 12. Kita bagi angka 12 hanya setelah bilangan hasil lebih rendah dari membaginya.. Jadi membaginya kita buat jadi 6. (12 : 2 = 6).
12 : 1 = 12
12 : 2 = 6
12 : 3 = 4
12 : 4 = 3 (hasil lebih Rendah dari pembaginya)
Selanjutnya kita lihat angka pada hasilnya yang tidak sama dengan pembaginya:
Bilangan Hasil: 3, 4, 6, 12
Bilangan Pembagi: 1, 2, 3, 4
Jadi faktor bilangan dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6 dan 12.

Cara Kedua:
Dengan mengetahui Bilang yang bisa dibagi dengan bilangan asli. Cara ini perlu latihan untuk mengetahui mana bilangan yang bisa dibagi bilangan asli atau tidak. Caranya dengan biasakan mengerjakan soal perkalian dan pembagian.

Untuk mempercepat menghitung perkalian kalian dapat mengerjakannya di postingan Soal Perkalian

Untuk lebih memahami kerjakan soal faktor suatu bilangan di bawah ini?
a. Faktor dari 28 adalah …... (Contoh Soal)
28 : 1 = 28
28 : 2 = 14
28 : 3 = Tidak Bisa
28 : 4 = 6
28 : 5 = Tidak Bisa
28 : 6 = 4 (Hasil lebih rendah daripada pembaginya)
Bilangan Hasil: 4, 6, 14, 28
Bilangan Pembagi: 1, 2, 4, 6
Jadi faktor bilangan dari 28 adalah 1, 2, 4, 6, 14, dan 28.

b. Faktor dari 30 adalah …...
c. Faktor dari 25 adalah …...
d. Faktor dari 52 adalah …...
e. Faktor dari 48 adalah …...
f. Faktor dari 32 adalah …...
g. Faktor dari 27 adalah …...
h. Faktor dari 20 adalah …....
I. Faktor dari 81 adalah …...
j. Faktor dari 100 adalah …..
k. Faktor dari 58 adalah …...
Untuk Jawaban soal Faktor suatu bilangan, kalian bisa lihat di bawah postingan ini.

C. Jawaban-Jawaban Soal Kelipatan dan Faktor Bilangan Matematika
1. Jawaban Soal Kelipatan Suatu Bilangan
b. Bilangan-bilangan kelipatan 4 adalah 4, 8, …..., …..., …....
1 x 4 = 4
2 x 4 = 8
3 x 4 = 12
4 x 4 =16
5 x 4 = 20
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 4 adalah 4, 8, , 12, 16, 20.

c. Bilangan-bilangan kelipatan 8 adalah 8, 16, …..., …..., …....
1 x 8 = 8
2 x 8 = 16
3 x 8 = 24
4 x 8 = 32
5 x 8 = 40
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 30, 40.

d. Bilangan-bilangan kelipatan 9 adalah 9, 18, …..., …..., …....
1 x 9 = 9
2 x 9 = 18
3 x 9 = 27
4 x 9 = 36
5 x 9 = 45
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 9 adalah 9, 18, 27, 36, 45.

e. Bilangan-bilangan kelipatan 11 adalah 11, 22, …..., …..., …...
1 x 11 = 11
2 x 11 = 22
3 x 11 = 33
4 x 11 = 44
5 x 11 = 55
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 11 adalah 11, 22, 33, 44, 55.

f. Bilangan-bilangan kelipatan 13 adalah 13, 26, …..., …...., …....
1 x 13 = 13
2 x 13 = 26
3 x 13 = 39
4 x 13 = 52
5 x 13 = 65
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 13 adalah 13, 26, 39, 52, 65.

g. Bilangan-bilangan kelipatan 14 adalah 14, 28, …..., …...., …....
1 x 14 = 14
2 x 14 = 28
3 x 14 = 42
4 x 14 = 56
5 x 14 = 70
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 14 adalah 14, 28, 42, 56, 70.

h. Bilangan-bilangan kelipatan 16 adalah 16, …...., …...., …...., ….....
1 x 16 = 16
2 x 16 = 32
3 x 16 = 48
4 x 16 = 64
5 x 16 = 80
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 16 adalah 16, 32, 48, 64, 80.

i. Bilangan-bilangan kelipatan 25 adalah …...., …...., …...., …...., …....
1 x 25 = 25
2 x 25 = 50
3 x 25 = 75
4 x 25 = 100
5 x 25 = 125
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 25 adalah 25, 50, 75, 100, 125.

j. Bilangan-bilangan kelipatan 35 adalah …...., …...., …...., …...., …....
1 x 35 = 35
2 x 35 = 70
3 x 35 = 105
4 x 35 = 140
5 x 35 = 175
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 35 adalah 35, 70, 105, 140, 175.

k. Bilangan-bilangan kelipatan 50 yang lebih dari 60 tetapi kurang dari 220 adalah …...., …...., …....
1 x 50 = 50
2 x 50 = 100
3 x 50 = 150
4 x 50 = 200
5 x 50 = 250
Jadi, bilangan-bilangan kelipatan 50 yang lebih dari 60 tetapi kurang dari 220 adalah 100, 150, 200.

2. Jawaban Soal Faktor Suatu Bilangan
b. Faktor dari 30 adalah …...
30 : 1 = 30
30 : 2 = 15
30 : 3 = 10
30 : 4 = Tidak Bisa
30 : 5 = 6
30 : 6 = 5 (Hasil lebih rendah daripada pembaginya)
Bilangan Hasil: 5, 10, 15, 30
Bilangan Pembagi: 1, 2, 3, 5, 6
Jadi faktor bilangan dari 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30.

c. Faktor dari 25 adalah …...
25 : 1 = 25
25 : 2 = Tidak Bisa
25 : 3 = Tidak Bisa
25 : 4 = Tidak Bisa
25 : 5 = 5 (hasil Sama dengan pembaginya)
Bilangan Hasil: 5, 25
Bilangan Pembagi: 1, 5
Jadi faktor bilangan dari 25 adalah 1, 5, dan 25.

d. Faktor dari 52 adalah …...
52 : 1 = 52
52 : 2 = 26
52 : 3 = Tidak Bisa
52 : 4 = 13
52 : 5 = Tidak Bisa
52 : 6 = Tidak Bisa
52 : 7 = Tidak Bisa
52 : 8 = Tidak Bisa
52 : 9 = Tidak Bisa
52 : 10 = Tidak Bisa
52 : 11 = Tidak Bisa
52 : 12 = Tidak Bisa
52 : 13 = 4 (Hasil Lebih Rendah daripada Pembaginya)
Bilangan Hasil: 4, 13, 26, 52
Bilangan Pembagi: 1, 2, 4, 13
Jadi faktor bilangan dari 52 adalah 1, 2, 4, 13, 26, dan 52.

e. Faktor dari 48 adalah …...
48 : 1 = 48
48 : 2 = 24
48 : 3 = 16
48 : 4 = 12
48 : 5 = Tidak Bisa
48 : 6 = 8
48 : 7 = Tidak Bisa
48 : 8 = 6 (Hasilnya lebih rendah daripada pembaginya)
Bilangan Hasil: 6, 8, 12, 16, 24, 48
Bilangan Pembagi: 1, 2, 3, 4, 6, 8
Jadi faktor bilangan dari 48 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12 16, 24, dan 48.

f. Faktor dari 32 adalah …...
32 : 1 = 32
32 : 2 = 16
32 : 3 = Tidak Bisa
32 : 4 = 8
32 : 5 = Tidak Bisa
32 : 6 = Tidak Bisa
32 : 7 = Tidak Bisa
32 : 8 = 4 (Hasil lebih rendah dari pembaginya)
Bilangan Hasil: 4, 8, 16, 32
Bilangan Pembagi: 1, 2, 4, 8
Jadi faktor bilangan dari 32 adalah 1, 2, 4, 8, 16, dan 32.

g. Faktor dari 27 adalah …...
27 : 1 = 27
27 : 2 = Tidak Bisa
27 : 3 = 9
27 : 4 = Tidak Bisa
27 : 5 = Tidak Bisa
27 : 6 = Tidak Bisa
27 : 7 = Tidak Bisa
27 : 8 = Tidak Bisa
27 : 9 = 3 (Hasil lebih rendah dari pembaginya)
Bilangan Hasil: 3, 9, 27
Bilangan Pembagi: 1, 3, 9
Jadi faktor bilangan dari 28 adalah 1, 3, 9, dan 27.

h. Faktor dari 20 adalah …....
20 : 1 = 20
20 : 2 = 10
20 : 3 = Tidak Bisa
20 : 4 = 5
20 : 5 = 4 (Hasil lebih rendah daripada pembaginya)
Bilangan Hasil: 4, 5, 10, 20
Bilangan Pembagi: 1, 2, 4, 5
Jadi faktor bilangan dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20.

I. Faktor dari 81 adalah …...
81 : 1 = 81
81 : 2 = Tidak Bisa
81 : 3 = 27
81 : 4 = Tidak Bisa
81 : 5 = Tidak Bisa
81 : 6 = Tidak Bisa
81 : 7 = Tidak Bisa
81 : 8 = Tidak Bisa
81 : 9 = 9 (Hasil sama dengan pembaginya)
Bilangan Hasil: 9, 27, 81
Bilangan Pembagi: 1, 3, 9
Jadi faktor bilangan dari 81 adalah 1, 3, 9, 27, dan 81.

j. Faktor dari 100 adalah …..
100 : 1 = 100
100 : 2 = 50
100 : 3 = Tidak Bisa
100 : 4 = 25
100 : 5 = 20
100 : 6 = Tidak Bisa
100 : 7 = Tidak Bisa
100 : 8 = Tidak Bisa
100 : 9 = Tidak Bisa
100 : 10 = 10 (Hasil sama dengan pembaginya)
Bilangan Hasil: 10, 20, 25, 50, 100
Bilangan Pembagi: 1, 2, 4, 5, 10
Jadi faktor bilangan dari 100 adalah 1, 2, 4, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100.

k. Faktor dari 58 adalah …...
58 : 1 = 58
58 : 2 = 29
58 : 3 = Tidak Bisa
58 : 4 = Tidak Bisa
58 : 5 = Tidak Bisa
58 : 6 = Tidak Bisa
58 : 7 = Tidak Bisa
58 : 8 = Tidak Bisa
58 : 9 = Tidak Bisa
Sampai ke
58 : 29 = 2 (Hasil lebih rendah daripada pembaginya)
Bilangan Hasil: 2, 29, 58
Bilangan Pembagi: 1, 2, 29
Jadi faktor bilangan dari 12 adalah 1, 2, 29, dan 58.

Modal Untuk Hari Esok Lebih Baik.

Modal Untuk Hari Esok Lebih Baik
Dalam menjalani hidup ini kita memerlukan suatu hal untuk dapat bertahan dan maju menghadapi masa depan yang semakin rumit. Pekerjaan maupun pelajaran yang kita hadapi membuat sebagian frustasi untuk berjuang dan sebagian lagi menjadi tertantang untuk terus menghadapinya. 

Kesusahan-kesusahan yang kita alami membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya pribadi yang menjadi lebih baik tetapi juga otomatis membuat kehidupan kita juga menjadi lebih baik. Untuk membuat hari esok yang lebih baik ada baiknya kita semua mengetahui modal untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi dan selalu bersemangat menghadapi hidup, bagaimanapun kondisi yang kita hadapi. Jadi, saya akan bawakan sedikit modal untuk hari esok yang lebih baik;

Pertama, Berpikir untuk menjadi lebih baik dari hari ini. Dengan berpikir seperti itu kita akan mengalahkan hari esok ini dan kemudian hari esok-esok yang lain. Jika sudah berpikir seperti itu, hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Jika tidak kita termasuk orang yang mundur atau dikatakan tidak ada kemajuan (stagnan). Jangan sampai kita tidak maju karena manusia tidak berkembang, padahal manusia dapat terus berkembang,

Jangan mengatakan diri kalian telah sempurna tanpa ada cacat sama sekali. Seperti kalian memperbaiki laptop, kalian tidak mau belajar lebih karena kalian menggap diri kalian sudah menguasainnya. Ingat, yang mempunyai kesempurnaan hanyalah tuhan. Kita harus berpikir "Tidak ada manusia yang sempurna melainkan hanya lebih baik dari orang lain saja".

Kedua, Mempunyai rencana untuk menjalankan hari esok. Seperti sebuah permainan catur, barang siapa yang bisa berpikir lebih dari satu langkah ke depan, maka dialah pemenangnya. Jadi, buatlah rencana-rencana untuk hari esok, apakah itu jadwal tugas untuk hari besok, atau membuat jadwal tugas untuk minggu ini. Jika kita tidak membuat jadwal kita akan kalah seperti bermain catur tersebut. Jadi, cobalah untuk membuat jadwal setiap hari sobat.

Ketiga, apa yang terjadi hari esok, tidak akan menyerah pada hidup. Jangan menyerah ya... kata yang mudah dikatakan tetapi tidak mudah dijalankan. Dalam hidup kita menghadapi banyak masalah-masalah dari masalah di sekolah ,di pekerjaan, maupun di lingkungan keluarga. Masalah-masalah semakin lama semakin banyak untuk dihadapi. 

Dan hanya empat cara untuk menghadapinya "jangan menyerah, sabar, hadapi dengan baik, dan berdoa". Jika kita sudah menjalankan empat cara itu kemungkinan masalah kalian akan berkurang sedikit demi sedikit dan membuat hari esok kalian lebih baik.

Keempat, selalu belajar dari masa lalu. Orang yang bijak menjalani hidup adalah orang yang selalu belajar dari masa lalu terutama masalah-masalah dan kegagalannya. Jika kita melakukan kegagalan maka kita haru intropeksi diri dan ubahlah kegagalan tersebut menjadi sebuah keberhasilan. Kegagalan adalah tangga-tangga yang jika kalian satukan akan bisa naik ke atas dimana kalian ingin naik. 

Maka jika kalian gagal jangan menyerah dan cari penyebab mengapa bisa gagal dan cobalah untuk mengatasinya. "Guru terbaik adalah pengalaman" dan pengalaman adalah masa lalu. Apa itu kegagalan kita atau keberhasilan kita. Jadi, mulai sekarang belajarlah dari masa lalu.

Kelima, mempunyai motivasi hidup dan bekerja cerdas. Carilah motivasi hidup kalian untuk mengarungi dunia kehidupan ini. Jika kalian bingung mencari motivasi-motivasi kalian bisa mencari di mbah google. Dan carilah motivasi yang kalian suka. Motivasi sangatlah penting karena dapat meningkatkan kemampuan kita dan memberikan pikiran positive ke diri kita.

Selain motivasi kita juga harus bekerja cerdas. Bekerja cerdas sangat berbeda dengan bekerja keras. Bekerja cerdas harus dengan cara dan tahapan tertentu tanpa harus bekerja mati-matian. Jika kalian mau tahu lebih banyak datang motivasi islam di sana banyak cara agar dapat bekerja cerdas.

Keenam, Bersaing bukan dengan orang lain tetapi bersainglah dengan diri sendiri. Ini adalah kesalahan sebagian kita, karena terlalu mengejar orang lain padahal untuk bersaing dengan diri sendiri saja kalah. Maksud dari bersaing dengan diri sendiri adalah. 

Mengalahkan masa lalu kita. Jika dulu kita tidak bisa mengerjakan soal matematika, sekarang kalian harus bisa mengerjakan soal matematika. Jika kita bersaing dengan orang lain kalian tidak bisa mengejar mereka dan akan membuat kalian frustasi. Jadi, alangkah baiknya fokus pada diri sendiri dan kalahkan diri kalian di masa lalu atau kemarin.

Ketujuh, hadapi hari esok dengan berpikir positif. Terkadang dalam menghadapi hidup kita banyak berpikir negatif. Jika itu yang selalu  kita pikirkan, cobalah untuk berpikir positive. Dengan berpikir positif membuat kalian menjadi lebih baik dan siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan tak terduga lainnya. Jangan selalu berpikir negatif karena dapat membuat diri kalian selalu berpikir pesimis dan akhirnya kita tidak mendapatkan hari esok yang tidak baik.

Kedelapan, Jadilah diri sendiri bukan harus menjadi orang lain. Jangan jadi diri orang lain cukuplah menjadi diri kita saja. Dengan menjadi diri kita akan tahu kelebihan dan kekurangan kita. Jka kita tahu kekurangan kita, kita akan menutupinya tetapi bukan dengan meniru orang lain. 

Yang kita tiru bukan orangnya melainkan apa yang dilakukannya untuk bisa. Jadi, cobalah untuk tetap menjadi diri kita sendiri karena kita sendiri mempunyai kelebihan yang mungkin tidak ada di diri orang tersebut dari kelebihan yang kita ketahui sampai kita sendiri tidak kita ketahui. 

Jadi, ingat modal-modal untuk menggapai hari esok ya... Selamat menjadi lebih baik.

Kesalahan-Kesalahan Dalam Belajar di Sekolah/Kampus

Kesalahan-Kesalahan Dalam Belajar di Sekolah/Kampus
Sebagai seorang pelajar kita mendambakan diri kita akan berhasil dan sukses pada hari ini maupun pada masa depan kita. Tetapi itu semua tidak mudah terutama kesalahan-kesalahan dalam belajar di sekolah maupun di kampus yang sering kita lakukan. 

Jangan sampai kalian tidak lulus, tidak naik, atau mendapatkan nilai jelek karena kesalahan kita. Jika kesalahan kita lakukan dan mendapatkan hasil yang tidak baik akan membuat orang tua kita sedih.

Jadi, sebelum terjadi itu ada baiknya kalian untuk mengetahui kesalahan-kesalaham dalam belajar di sekolah maupun di kampus agar kalian dapat sukses di masa depan,  dan inilah kesalahan-kesalahannya;

Pertama, belajar secara SKS (Sistem Kebut Semalam). Kesalahan yang sering dilakukan oleh pelajar adalah hanya belajar ketika mau ujian sehingga belajar tidaklah maksimal. Belajar tidak bisa melakukan dengan cara tersebut karena banyak sekali pelajaran yang harus kita pelajari. Pelajaran-pelajaran yang banyak tidak akan mampu masuk ke otak dalam sekejap. Kita harus membagikan waktu-waktu belajar menjadi lebih sedikit tetapi rutin, Itu lebih baik. 

Coba kalian pikirkan menghafal sebuah novel hanya dalam semalaman dan kalian ingat semua kejadian-kejadiannya, tokohnya, waktunya, dan lain-lain. Pasti sebagian orang tidak mungkinkan. Itu baru satu buku, jika 2 sampai 3 buku apa kalian bisa. Jadi, cobalah belajar rutin bukan sekaligus ya...

Kedua, selalu menunda-nunda tugas. Ini juga kesalahan yang sering dilakukan oleh para pelajar. Menunda-nunda tugas akan berakibat tidak terkerjakan tugas kalian, jika mengalami keadaan darurat. Misalnya kalian mengerjakan tugas membuat makalah sekolah lalu kalian menunda sampai satu hari sebelum dikumpul dan tiba-tiba waktu itu listrik padam. 

Apa yang kalian lakukan pada saat itu, pasti kalian akan gelabakan karena mencari dimana orang yang tempatnya masih menyala listriknya. Jika kalian tidak ketemu apa kalian bisa mengerjakan tugas kalian yang besok harus dikumpul, jawabannya tidak bukan. Jadi, biasakan mengerjakan tugas setelah tugas itu diberikan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ketiga, tidak mencatat apa yang guru atau dosen terangkan. Kesalahan ini adalah bagi orang yang tidak mau mencatat dan hanya mau meminjam catatan teman kalian. Terkadang teman kita dapat meminjamkan catatannya tetapi tidak selamanya. Jika teman yang kita akan pinjam catatannya sakit, siapa lagi yang akan kita pinjam catatannya. 

Kita mencatat sebagian guru termasuk dalam penilaian mereka. Jadi kalian harus mencatatnya kalau tidak kalian dicap sebagai pelajar yang bermasalah. Dengan mencatat kita dapat membuat kita menjadi lebih baik dalam hal menulis dan menangkap apa guru atau dosen terangkan. Jadi, usahakan mencatat dari mulai sekarang.

Keempat, tidak menjaga sikap di sekolah atau kampus. Ini adalah kesalahan terbesar para pelajar. Dengan tidak menjaga sikap, guru atau dosen kita akan memberikan hukuman secara langsung maupun tidak langsung. Hukuman yang paling bahaya adalah dengan cara tidak langsung karena kita akan mendapatkan hal tidak diinginkan tanpa kita sadari. Misalnya, nilai kalian tiba-tiba mendapatkan D atau nilai sikap kalian mendapatkan nilai 50 atau sebagainnya. Ingat, sikap termasuk dalam penilaian di sekolah maupun di kampus.

Kelima, tidak memerhatikan apa yang guru terangkan di depan. Tidak memperhatikan guru di depan akan membuat kita, kebingunan dalam belajar. Karena tidak paham apa yang guru beri tugas. Bukan itu saja karena itu termasuk dalam penilaian sikap berarti nilai kalian bisa dikurangkan. Sudah tidak paham, tidak tahu tugas apa, nilai dikurangi lagi. Jadi, tidak maukan sudah jatuh tertimpa tangga tertimpa kelapa lagi.

Keenam, ketika pelajar sakit tidak menanyakan PR dan meminjam catatan di sekolah atau kampus. Kesalahan berikutnya yang sering sebagian orang lakukan lupa atau tidak mau meminjam pr dan catatan temannya. Ini akan membuat kita susah karena satu kali sakit, kita telah meninggalkan pelajaran. Itu jika hanya pelajaran, kalau ada PR bagaimana. Tidakkah menjadi lebih susah. Jadi usahakan untuk menanyakan ke teman kalian tentang PR dan jangan lupa meminjam catatan mereka. 

Ketujuh, tidak belajar sama sekali. Ini adalah pelajar yang parah diantara yang parah. Tidak belajar sama sekali membuat kalian mendapatkan nilai yang tidak bagus. Jika nilai tidak bagus terus menerus akan berakibat kalian tidak akan naik kelas bahkan lulus untuk siswa sedangkan untuk mahasiswa berakibatkan kalian akan di DO dari kampus itu. Jadi, jangan sampai tidak belajar harus belajar walaupun minimal 1 jam per hari.

Kedelapan, hanya suka menyontek pekerjaan teman. Ini adalah hal yang tidak boleh dibuat boleh. Sebenarnya ini hal tidak boleh dilakukan oleh agama dan negara sekalipun. Jika, boleh coba kalian adukan ke dinas pendidikan apakah boleh. 

Kalau ada yang bilang boleh berarti ada yang salah. Menyontek adalah perbuatan yang sangat salah karena akan membuat pribadi yang tidak jujur dan juga membuat pribadi yang tidak amanah. Dengan kebiasaan menyontek kita tidak akan bertambah pintar melainkan nilai yang bagus. 

Ya.. jika itu masih bisa dilakukan. Jika, dipegang oleh dinas atau pemerintah secara langsung yang melarang untuk nyontek apakah kalian bisa menyontek. Apalagi di Ujian Akhir Sekolah (UAS), bakalan kalian bisa tidak lulus. Bahkan ujian masuk perguruan tinggi sekaligus, kalian tidak akan masuk karena banyak yang pintar bukan berdasarkan nilai belaka.

Kesembilan, tidak pernah bertanya apa yang kalian tidak tahu. Kesalahan ini akan membuat kita menjadi orang yang tidak tahu apa-apa. Jika tidak mengerti kita akan semakin tidak mengerti pada pelajaran selanjutnya. Ini sangatlah berbahaya yang berakibat hancurnya nilai kalian di sekolah maupun di kampus. Jadi, berusaha bertanya walaupun memalulakn sekalipun.

Jadi, jangan sampai melakukan kesalahan-kesalahan di sekolah maupun di kampus ya... dan selamat belajar.