Cara Membuat Karya Ilmiah

Biologi > Materi Biologi SMA > Ruang Lingkup Biologi

Dalam halaman kali ini akan saya akan membahas tentang cara membuat karya ilmiah untuk mengerjakan atau pembelajaran pembuatan rencana dan laporan penelitian.

Dengan karya ilmiah kalian bisa ikut lomba karya ilmiah atau membuat skripsi di akhir kuliah; lumayankan untuk pengetahuan, siapa tahu menang dilomba.

Kita akan mulai dari definisi karya ilmiah :

Karya ilmiah adalah sebuah karya dalam melakukan sebuah penelitian ilmiah atau metode ilmiah sesuai dengan tahapan-tahapannya.


Penelitian ilmiah jika dipelajari memang rumit karena banyaknya tahapan-tahapannya, maka untuk mempelajarinya adalah dengan mempraktekkan secara langsung, misalnya dengan membuat karya ilmiah. Tetapi dari kesemuaan kerumitan itu kita perlukan untuk kuliah nanti pada semester akhir atau dalam pelajaran metode penelitian.

Oke, kita langsung saja pada tahapan-tahapannya;

1. Membuat Kerangka Acuan Penelitian
Kita Mulai dengan definisinya;
Kerangka acuan adalah pokok dasar penelitian ilmiah. 
Kerangka acuan dibuat pertama kali dalam karya ilmiah, dalam pembuatan proposal penelitian maupun sebuah laporan penelitian.

Kerangka acuan Penelitian memiliki tahapan-tahapan juga (beranak pinangkan tahapannya), yaitu;

a. Judul Penelitian
Tidak mempuyai judul karya ilmiah mapain membuat karya ilmiah, Jelaskan. Judul penelitian harus khusus, misalnya ''Pengaruh Intensitas cahaya matahari terhadap produksi Kacang kedelai''. Sedangkan yang salah ''Pengaruh Intensitas cahaya terhadap produksi sayuran. Kalau mau kritis pada pertanyaan yang salah, Sayuran apa mau diteliti ?, Intensitas cahaya apa mau diteliti?. Mengerti bukan, intinya tidak ada penafsiran yang lain.

b. Latar Belakang
Latar belakang suatu penelitian menunjukkan suatu masalah yang akan diteliti serta kepentingan penelitian tersebut, misalnya ucapan terima kasih, atau asal pendanaan.

c. Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah masalah-masalah yang harus dijawab oleh peneliti itu sendiri. Rumusan masalah juga harus bersifat khusus sama pada judul penelitian tadi contohnya; ''Adakah pengaruh intensitas cahaya terhadap produksi kacang tanah.

d. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian juga harus khusus, misalnya ''Untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap produksi kacang tanah.

e. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dapat dilihat dari dua aspek, yaitu sumbangan bagi pengembangan ilmu dan manfaat bagi penerapannya di masyarakat.

2. Proposal Penelitian
Dalam penelitian kita harus membuat proposal penelitian, kalau tidak, kita ditendang orang.
Proposal penelitian memuat identifikasi variabel, tinjauan pustaka, hipotesis, dan metode penelitian (Beranak pinang pula). Uraiannya sebagai berikut.

a. Identifikasi Variabel Penelitian
Ada tiga jenis variabel dalam penelitian ilmiah, yaitu variabel bebas, variabel kontrol, dan variabel terikat. Contoh identifikasi variabel pada penelitian tentang pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap Produksi kacang tanah;

Variabel bebas;
Intensitas cahaya untuk pertumbuhan kacang tanah.

Variabel Kontrol:
Jenis kacang tanah, jenis media tanah, jumlah penyiraman, tempat bertanam.

Variabel terikat;
Produksi Pertumbuhan Tanaman

Ingat, Perhatikan baik-baik variabel tersebut karena banyak pelajar yang terkecoh, jika masih belum jelas bisa ditaruh dikomentar ya... . 

b. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat teori dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Tinjauan pustaka diambil dari rujukan buku terkait atau jurnal ilmiah tergantung dari penelitiannya. Dulu waktu kuliah harus minimal 3 buku referensi dan minimal 5 lembar, itu juga tidak boleh ambil rujukan di internet, mudahan tidak nambah ya... kalau nambah disyukuri aja... latihan ngetik <> mudahan jadi jurnalistik.

Dalam penelitian tentang pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap produksi kacang tanah, buku kalian cari tentang;
1) Teori tentang pembudidayaan kacang tanah serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kacang tanah.
2) Teori tentang intensitas cahaya dan pengaruhnya ke kacang tanah.

c. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan. Hipotesis disusun berdasarkan teori yang hipotesis bersifat teoritis. Hipotesis akan dibuktikan kebenaran setelah memperoleh data dari hasil penelitian. Misalnya, Si Andi nih.. kemungkinan dia tidak bisa masuk sekolah nih.... karena mencret atau semua orang pasti pernah berak dicelana, kalau tidak pernah berak dicelana bukan orang tuh..ayoo ngaku pernah berak celanakan ! . Maksud dari hipotesis adalah dugaan atau kemungkinan terjadi dari penelitian tersebut. 

d. Metode Penelitian
Metode penelitian menguraikan bagaimana cara melakukan penelitian tesebut. Metode penelitian dimulai dari menentukan populasi dan sampel, variabel dan operasional variabel, rancangan penelitian, prosedur pelaksanaan penelitian, prosedur pengumpulan data, serta analisis data. 

1) Merumuskan operasional variabel
Operasional variabel adalah penjelasan bagaimana variabel tersebut diukur.
hampir mirip yang dengan mengidentifikasi variabel, tetapi perbedaannya mengetahui operasional variabelnya;
Contoh operasional variabel adalah ;
Variabel bebas;
Intesitas cahaya yang digunakan untuk budidaya.
Intensitas cahaya untuk budidaya diukur dengan menggunakan lux meter.
Variabel terikat;
Produksi kacang tanah
Operasional variabel;
budidaya kacang tanah dilakukan pada intensitas cahaya yang berbeda-beda dalam satu periode budidaya.

2) Merancang Penelitian
Rancangan penelitian menggambarkan bagaimana hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat akan diteliti. Contoh rancangan penelitian adalah sebagai berikut;
Kelompok 1   : lokasi budidaya tertutup dengan kanopi pohon yang menghasilkan intensitas cahaya 500 lux. 
Kelompok 2   : lokasi budidaya terbuka dengan sinar matahari yang penuh
keterangan: tiap kelompok terdiri dari 10 polybag berisi kacang tanah.

3). Menentukan populasi dan sampel
Populasi ialah seluruh kelompok objek penelitian atau kelompok subjek di mana kesimpulan akan digeneralisasikan, misalnya Populasi Kacang Tanah. Sampel ialah bagian anggota populasi yang mewakili populasi.

4). Menentukan alat dan bahan
Alat dan bahan dilakukan untuk melakukan eksperimen, misalnya biji kacang tanah, cangkul, hand sprayer, lux meter, timbangan, dan lain-lain.

e. Jadwal Penelitian
Suatu penelitian dibatasi oleh berbagai hal, antara lain ketersediaan alat dan bahan, biaya, waktu, serta tempat. Menyusun jadwal penelitian merupakan panduan bagi seorang peneliti, agar penelitiannya membuahkan suatu hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Berikut ini adalah contoh prosedur penelitian pengaruh intensitas cahaya terhadap produksi kacang tanah.
a. Siapkan 10 Polybag 40 x 40 cm yang telah diisi tanah campuran pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1.
b. Biji Kacang tanah dimasukkan di tiap tiap polybag dengan kedalaman 1 cm. lalu disiram
c. 10 Polybag ditempatkan di tempat yang ditutupi kanopi pohon dan 10 Polybag yang lainnya ditempatkan di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh. 
d. Hitunglah intensitas cahaya masing-masing dengan menggunakan lux meter.
e. Melakukan perawat kepada tanaman kacang tanah dengan menyiram dan mencabut rumput yang tumbuh di polybag sampai panen selama 4 bulan.
f. Selanjutnya memanen kacang tanah  masing-masing tempat dan timbang masing-masing tanaman dan hitung rata-ratanya.

4. Analisis Data
Analisis data adalah cara mengolah data hasil penelitian sehingga membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. Analisis data pada kacang tanah tersebut dilakukan dengan mencari rata-rata produksi kedua membandingkan kedua produksi pada masing-masing tempat. 

Tahapan dalam menganalisis data adalah mendeskripsikan data, menginterprestasikan data, dan menguji hipotesis. misalnya benarkan semua orang pernah berak di celana, buktinya anak bayi pastilah berak di celana, kalau ada anak bayi yang lepas celana habis itu berak, berarti bisa masuk home the spot

5. Laporan Penelitian
Laporan Penelitian sangat penting karena selain sebagai dokumentasi juga berfungsi sebagai alat komunikasi hasil penelitian dengan pihak lain. 

Berikut ini adalah salah satu sistematika laporan penelitian.

BAB I PENDAHULUAN
A. Latat Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Peneltian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
B. Kajian dan Hasil Penelitian
C. Rumusan Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN
A. Variabel dan Definisi Operasional Variabel
B. Rancangan Penelitian
C. Sasaran Penelitian (Populasi dan Sampel)
D. Instrumen (Alat dan Bahan)
E. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
F. Rencana Analisis Data
G. Jadwal Penelitian

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
B. Interprestasi Data
C. Uji Hipotesis
D. Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Kadang-kadang karya ilmiah bisa tertolak atau terterima bahasa kerennya hipotesis diterima dan hipotesis tertolak, maka dari itu membuat karya ilmiah harus pantang menyerah.
oya, jangan lupa membuat daftar pustaka yang benar ya.. 
Caranya, yaitu;
Daftar pustaka disusun berdasarkan abjad. Ada bermacam cara penulisan daftar pustaka. Perhatikan contoh cara penyusunan daftar pustaka berikut ini.
Andi. 1999. Kelinci yang Misterius. Bandung. PT. Kelinci Nusantara

Campbell, N. A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 1999. Biology: Concepts & Connection. San Fransisco. Benjamin/Cummings.

Pembuatan Daftar pustaka sebagai berikut;
1. Nama Pengarang didahului Nama Belakang dan diakhiri nama depan berupa singkatan. misalnya; Maryati, S.

2. Jika nama pengarang banyak, maka dituliskan semua pengarang tersebut dengan dipisahkan setiap nama dengan koma dan nama pengarang kedua nama depan berada didepan bukan dibelakang, misalnya ; Campbell, N.A., J.B. Reece

3. Peletakan Daftar Pustaka harus sesuai dengan peletakan yaitu; Nama Pengarang. Tahun Terbit. Judul (harus dengan tulisan miring atau garis bawah). Tempat. Penerbit.

Jangan lupa mengerjakan soal disini biar memahami lebih baik.

Daftar Pustaka
Pratiwi, D.A, Maryati, S. Srikimi, Suharno, & S. Bambang.2007. Biologi untuk SMA Kelas X. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Post a Comment