Sejarah Perkembangan Pengelompokan Unsur

Materi Kimia > Materi Kimia SMA

Artikel kali ini akan mempelajari tentang Sejarah Perkembangan Pengelompokan Unsur.
Dalam Ilmu kimia kita harus mengenal namanya tabel preiodik. Tabel periodik adalah tabel yang memudahkan dalam penentuan pengelompokkan suatu unsur.

Pengelompokkan unsur sangat penting karena dengan pengelompokkan suatu unsur, kita mengetahui sifat dan jumlah sub-atom dan massa atom tersebut. Ini sangat penting untuk mempelajari kimia pada pelajaran selanjutnya.

Sebelum itu semua kita juga harus mempelajari sejarah perkembangan dasar pengelompokan unsur dari awal pengelompokkan unsur sampai pengelompokkan berdasarkan tabel periodik yang kita tahu sekarang ini. ya... kita langsung saja dalam pembahasannya.


Lavoisier adalah Pendiri Ilmu Kimia Modern Pertama.
Awal mula yang mengelompokkan unsur adalah Antoine Lavoisier pada sekitar tahun 1750-an. Antoine Lavoisier adalah seorang ahli kimia sekaligus ahli hukum dan ahli biologi.

Lavoisier dijuluki sebagai Bapak "Pendiri Ilmu Kimia Modern. Ia dijuluki tersebut karena mengubah pola pikir kimia pada waktu itu.

Waktu itu menimbang bahan kimia tidak secara teliti, setelah Lavoisier memberikan gagasan bahwa suatu unsur dapat dibedakan berdasarkan massa walaupun perbedaan yang sangat kecil sekalipun. Dan itulah mengubah pola pikir pada waktu.

Lavoisier juga penyumbang memberikan nama untuk unsur oksigen dan sekaligus fungsinya terutama fungsi oksigen mengalir ke seluruh tubuh melalui darah.

Pengelompokkan unsur yang dilakukan oleh Lavoisier membedakan antara logam dan non-logam. Walaupun pengelompokkan masih sangat sederhana, tetapi gagasannya masih dipake sampai zaman sekarang.

Waktu itu terbatasnya unsur  yang dikenal. Unsur dikenal waktu itu baru 20 jenis saja.

Penyumbangan Kelompok Tiga Unsur yang Memiliki Sifat yang Sama.
Setelah Lavoisier penyumbangan pertama pengelompokkan unsur. Pada tahun 1829, Seorang yang memberikan pengembangan pengelompokkan unsur berdasarkan Triade oleh Johan Wolfgang Dobereiner seorang ahli kimia dari Jerman.

Unsur Berdasarkan Triade diperoleh dari sifat yang sama berdasarkan massa atom relatif dengan massa rata-rata dari dua unsur yang berbeda.

Unsur yang diteliti waktu itu oleh Wolfgang adalah stronsium yang mirip dengan kalsium dan barium. Selain ketiga itu masih ada lagi unsur yang sama.

Karena hanya terpaut pada beberapa unsur sehingga pengelompokkan unsur yang dilakukan Dobereiner kurang berjaya, tetapi Dobereiner memberikan sumbangan berarti dalam membangun tangga pengelompokkan unsur modern.

Hukum Oktaf oleh John Alexander Reina Newlands
John Alexander Reina Newlands adalah seorang ahli kimia dari kebangsaan inggris. Newlands adalah yang membuat Hukum oktaf sebagai sumbangan kimia yang lain.

Sesuai dengan namanya hukum oktaf bahwa unsur hampir sama dengan kenaikan oktaf pada musik. Nada yang kecil akan hampir sama dengan nada yang besar dan akhirnya kembali ke nada yang kecil bukan. Misalnya, Do Re Mi Fa So La Si Do Re Mi ...... Disini akan terjadi pengulangan.

Begitu pula dengan unsur. Unsur yang memiliki massa relatif yang kecil disamakan dengan massa relatif yang besar. Sehingga Massa relatif unsur yang berbeda memiliki kesamaan dengan Massa atom relatif besar. Itulah yang memberikan gagasan untuk memberikan nama pengelompokkan unsur yang bernama hukum oktaf tersebut. Disitu ternyata unsur yang berselisih 1 oktaf memiliki kemiripan sifat.

Tetapi, hukum oktaf hanya bisa memberikan jika unsur-unsur tersebut unsur ringan, bukan unsur berat, lihatlah di tabel periodik. Periode 6 ke bawah. Dan unsur yang berat tidak memiliki kemiripan sifat, jika menggunakan hukum oktaf tersebut.

Sistem Periodik oleh Dmitry Ivanovich Mendeleev
Dmitri Ivanovich Mendeleev adalah ahli kimia dari kebangsaan Rusia yang merumuskan pengelompokkan unsur berdasarkan sistem periodik pada tahun 1869.

Pengelompokkan unsur itu, disebut sistem periodik karena sebagai unsur-unsur disusun menurut kenaikkan massa atom relatifnya,  memiliki sifat yang sama pada saat mengalami pengulangan.

Sistem periodik oleh Mendeleev memberikan fakta bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi pengulangan (periodik) dari massa atom relatifnya.

Mendeleev mengelompokkan dalam golongan-golongan berdasakan kesamaan sifat pada saat terjadi pengulangan. Sedangkan kenaikan massa atom relatif, mandeleev memberikan nama periode.

 Pengelompokkan ini berdasarkan 63 unsur yang ditemukan pada waktu itu.

Dalam tabel yang dibuat mandeleev ada yang kosong ada, mandeleev sengaja mengosongkan tempat itu, agar suatu hari akan mendapatkan unsur yang masuk dalam tempat yang dikosongkan itu. Contoh penemuan mandeleev dimasukkan tempat kosong tersebut adalah germanium dan ekasilikon. 

Sistem periodik Modern dari Henry G. Moseley
Pada awal abad 20, setelah penemuan nomor atom, Henry Moseley menunjukan bahwa urut-urutan unsur dalam sistem periodik Mendeleev sesuai dengan kenaikan nomor atomnya. Penempatan telerium (Ar = 128) dan iodin (Ar = 127) yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatif, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atomnya (nomor atom Te = 52; I = 53).

Ya... itu saja bisa saya berikan atas kurangnya mohon maaf atau komentar saja.
Post a Comment