Kingdom Makhluk Hidup

IPA > Materi IPA SMP > Klasifikasi Makhluk Hidup

Artikel kali ini membahas tentang kingdom makhluk hidup.
Pembagian mahluk hidup terdiri dari 5 kingdom kecuali animalia.

Pertama, Kindom Monera. Monera berasal dari kata Yunani moneres yang berarti tunggal. Monera terdiri atas bakteri dan Cyanophyta (ganggang hijau-biru). Persamaan keduanya adalah sama-sama tersusun dari sel yang bersifat prokariotik, yaitu sel yang intinya tidak mempunyai membran (selaput) inti.



Dalam klasifikasi 6 kingdom, monera terbagi menjadi eubacteria dan archebacteria. Perbedaan keduanya pada komposisi selnya. eucabacteria terdapat di tanah maupun di laut sedangkan arcebacteria terdapat di daerah yang ekstrim, misalnya di daerah memiliki kandungan asam yang sangat tinggi atau pada temperatur yang sangat tinggi.

a. Bakteri
Bakteri
Bakteri
Bakteri hanya terdiri atas satu sel (uniseluler), berukuran antara 1 - 5 mikrometer, Jika kita ubah menjadi mm menjadi 1/1000 - 5/1000 mm. Dapat dibayangkan bukan sangat kecilnya sebuah bakteri itu. Sehingga bakteri hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bentuk bakteri ada yang bulat (coccus), batang (bacillus), spiral (spirillum), dan koma (vibrio). Bakteri yang berbentuk batang atau spiral dapat bergerak karena mempunyai flagel (bulu cambuk). Contoh dari bakteri adalah E.Coli yang menyebabkan diare pada manusia jika berlebihan di dalam usus.


b. Cyanophyta (Ganggang hijau-biru)
Cyanophyta (Ganggang Hijau-Biru)
Cyanophyta (Ganggang Hijau)
Ganggang hijau-biru ada yang uniseluler, berkoloni atau berbentuk filamen (benang) multiseluler, memiliki pigmen fikosianin (biru) dan fikoeritrin (merah), serta mempunyai kloroplas yang tersebar di seluruh sel. Cyanophtya juga berukuran mikroskopis atau hanya dapat dilihat dengan alat bantu seperti mikroskop, Tetapi kumpulan koloni Cyanophyta dapat dilihat berwarna hijau pada permukaan air. Umumnya tidak dapat bergerak, tetapi ada juga yang dapat bergerak maju-mundur, misalnya Oscillatoria sp. Habitat ganggang hijau-biru di air tawar, air laut, tempat lembap, atau batu-batuan.

Kindom Protista
Protista adalah sekelompok makhluk hidup uniseluler atau multiseluler. Sel-selnya bersifat eukariotik, terdiri atas Protozoa dan ganggang, kecuali ganggang hijau-biru yang termasuk dalam monera.

a. Protozoa
Protozoa
Protozoa
Protozoa berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu protos yang berarti pertama dan zoon yang bersifat hewan. Protozoa merupakan makhluk hidup uniseluler, selnya bersifat eukariotik, berukuran antara 3 - 1.000 mikrometer. Bentuk tubuh ada yang tetap, misalnya Paramecium; ada yang berubah-ubah, misalnya Amoeba. Ptotozoa dikenal dengan makhluk hidup purba karena strukturnya sangat primitif terutama pada paramecium sp dan amoeba sp karena sifatnya seperti hewan.


b. Ganggang (Alga)
Ganggang_Alga
Alga
Ganggang mudah dilihat jika berkoloni. Ganggang berbeda dengan Ganggang hijau-biru karena ganggang mempunyai inti sel sedangkan ganggang hijau-biru tidak memiliki initi sel. Tubuh ganggang ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler berupa filamen (benang), lembaran, atau seperti tumbuhan tingkat tinggi; mempunyai klorofil dan pigmen lain; serta bersifat autotrof. Tahukan autotrof, bisa menghasilkan makanannya sendiri selayaknya tumbuhan tingkat primitif. Ganggang merupakan makhluk hidup yang berhabitat di air, yaitu di danau, sungai, parit, kolam, atau laut. Namun, beberapa jenis ganggang ada yang hidup di batu, kulit kayu, pagar, dan tempat-tempat lembap yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Berdasarkan pigmennya, ganggang dibedakan menjadi empat kelas, yaitu ganggang hijau, ganggang keemasan, ganggang cokelat, dan ganggang merah. Dalam perairan, ganggang berperan sebagai fitoplankton yang merupakan bahan makanan bagi ikan dan juga makanan bagi protozoa.

Kingdom Fungi
Fungi_Jamur
Fungi (Jamur)
Awal mula dari klasifikasi 3 kingdom jamur termasuk dalam kategori tumbuhan, sedangkan pengembangan lebih lanjut bahwa jamur tidak bisa menghasilkan makanan sendiri melainkan dari makhluk hidup yang telah lapuk atau makhluk hidup yang telah mati. Bentuk tubuh jamur bermacam-macam, ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler; berbentuk lembaran berliku-liku, payung, batang, atau papan. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis. Hidup sebagai saprofit atau memakan sisa-sisa makanan; parasit atau menumpang pada makhluk hidup yang lain. 

Kingdom Plantea (Tumbuh-Tumbuhan)
Tumbuahan adalah makhluk hidup tingkat atas karena struktur pembentuk organ makhluk hidup yang sangat kompleks tidak seperti pada alga yang terdiri atas sel dan jaringan saja. Ciri umum anggota Kingdom Plantea adalah makhluk hidup multiseluler, sel-selnya bersifat eukariotik, dan mampu melakukan fotosintesis. Kingdom Plantae meliputi Bryophyta (lumut), Pteridophyta (tumbuhan paku), dan Spermatophyta (tumbuhan biji).

Berdasarkan ada tidaknya saluran pembuluh, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh. Yang tergolong sebagai tumbuhan berpembuluh adalah Pterydophyta dan Spermatophyta. Tumbuhan berpembuluh disebut juga Tracheophyta.

a. Bryophyta (Lumut)
Bryophyta
Bryophyta (Lumut)
Tubuh beberapa jenis lumut sudah berupa kormus, mempunyai batang dan daun sederhana, serta akarnya berupa rizoid. Kormus adalah bagian memiliki batang, akar, dan daun (INGAT). Namun, beberapa jenis yang lain, tubuhnya masih berupa talus. Lumut bersifat kosmopolit artinya penyebarannya sangat luas. Lumut mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara fase sporofitnya. Alat perkembangbiakan jantan disebut anteridium, alat perkembangbiakan betinanya disebut arkegonium. Hasil pembuahan keduanya disebut sporagonium yang menumpang pada gametofitnya

b. Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan Paku
Tumbuhan Paku
Tubuh Pteridophyta sudah berupa kormus, yaitu dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun sejati. Akar berupa akar serabut disebut rizoma. Berdasarkan fungsinya, daun dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. Tropofil adalah daun steril yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis. Sporofil berfungsi sebagai tempat fotosintesis dan menghasilkan spora. Seperti lumut, tumbuhan paku juga mengalami metagenesis. Pada tumbuhan paku, fase sporofit lebih menonjol dibandingkan dengan fase gametofitnya. Contoh dari tumbuhan paku adalah pakis haji.



c. Spermatophyta (Tumbuhan Biji)
Spermatophyta merupakan yang paling tinggi tingkatannya dan pada saat ini merupakan tumbuhan yang paling dominan. Pada Spermatophyta sudah dapat dibedakan dengan jelas tiga organ utamanya, yaitu akat, batang, dan daun. Selain itu, sesuai dengan namanya, tumbuhan ini juga berbiji. Karena berbunga, tumbuhan ini disebut Anthophyta. Karena alat perkembangbiakannya kelihatan, tumbuhan ini juga disebut Phanerogamae.

Berdasarkan letak bakal bijinya, Spermatophyta dibagi menjadi dua subdiviso, yaitu Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup).

1) Gymnospermae
Gymnospermae melinjo
Melinjo
Pada umumnya, Gymnospermae berakar tunggang, meskipun beberapa jenis berakar serabut; batangnya bercabang-cabang; daunnya biasanya sempit/kaku; bijinya tampak dari luar; bunga jantan dan betina masing-masing tersusun dalam bentuk strobilus.







2) Angiospermae
Monokotil - Pisang
Monokotil- Pisang
Dikotil - Mangga
Dikotil - Mangga

Angiospermae telah mempunyai bunga sesungguhnya, yaitu sudah mempunyai bagian bunga berupa kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari; bentuk daun pipih dan lebar, dengan tipe tulang daun yang beraneka ragam; bakal biji tidak terlihat karena terlindungi oleh daun buahnya; selang waktu antara penyerbukan dan pembuahan relatif pendek; terjadi pembuahan ganda.

Berdasarkan jumlah keping bijinya, Angiospermae dibedakan menjadi dua kelas, yaitu Monocotyledonae (Monokotil/Berkeping Satu) dan Dicotyledonae (Dikotil/Berkeping Dua). Monokotil berakar serabut; batangnya tidak berkambium; tipe tulang daunnya sejajar atau melengkung; bijinya berkeping satu; dan bagian bunga pada umumnya berjumlah tiga atau kelipatannya. Contoh : Jagung (Zea mays) Dikotil berakar tunggang; batangnya berkambium; tipe tulang daunnya menyirip atau menjari; bijinya berkeping dua; dan bagian bunga pada umumnya berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Contoh : mangga (Mangifera sp) .

Post a Comment