Kingdom Makhluk Hidup

IPA > Materi IPA SMP > Klasifikasi Makhluk Hidup

Artikel kali ini membahas tentang kingdom makhluk hidup.
Pembagian mahluk hidup terdiri dari 5 kingdom kecuali animalia.

Pertama, Kindom Monera. Monera berasal dari kata Yunani moneres yang berarti tunggal. Monera terdiri atas bakteri dan Cyanophyta (ganggang hijau-biru). Persamaan keduanya adalah sama-sama tersusun dari sel yang bersifat prokariotik, yaitu sel yang intinya tidak mempunyai membran (selaput) inti.

Cara Menggunakan Mikoskop Beserta Fungsinya

Dalam penelitian maupun mempelajari tentang pengamatan makhluk hidup kita juga tidak lepas dari namanya mikroskop. Mikroskop adalah alat untuk melihat benda kecil atau juga mikroorganisme. Karena alat ini sangat penting kita akan mempelajarinya mulai dari bagian-bagian dan fungsinya sampai pada cara menggunakannya. Jadi, simaklah baik-baik artikel di bawah ini.

Pengenalan Mikroskop:
Sebelum untuk membahas tentang bagian-bagian dan cara menggunakannya sebaiknya kita harus tahu apa itu mikroskop. Kita langsung saja kita simak bersama-sama.
Mikroskop berasal dari dua kata dalam bahasa Latin, yaitu micro yang berarti kecil dan scopium yang berarti penglihatan. Jadi, mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat objek yang berukuran kecil.
T
Penemu mikroskop pertama kali adalah Antonie van Leeuwenhoek.

Mikroskop mempunyai berbagai macam jenis dan setiap jenis mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri antara lain.

Mikroskop cahaya, mikroskop polarisasi, mikroskop fase-gelap, mikroskop Elektron (TEM dan SEM), dan lain-lain.

Mikroskop tercanggih untuk sekarang adalah mikroskop TEM dan SEM. Karena dapa melihat struktur molekuler dan juga virus sekalipun.

Mikroskop yang biasa digunakan di sekolah-sekolah adalah mikroskop cahaya. Perbesaran yang dapat diperoleh dengan menggunakan mikroskop ini maksimum sebesar 1.000 kali.

Dan jenisnya dapat dibedakan lagi berdasarkan jumlah lensa okulernya, mikroskop dibedakan menjadi monokuler dan binokuler. Mikroskop monokuler adalah mikroskop dengan satu lensa okuler, sedangkan mikroskop binokuler adalah mikroskop dengan dua lensa okuler.

Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya

Fungsi Bagian-Bagian Mikroskop
Fungsi Bagian-Bagian Mikroskop
Lensa Okuler : Memperbesar penampakan objek
Tabung Mikroskop : Penghubung lensa okuler dengan lensa objektif
Pengitar : tempat lensa objektif
Lensa Objektif :  Memperbesar objek
Lengan : Bagian untuk dipegang ketika dipindahkan
Penjepit : Menjepit Preparat
Mikrometer : Memfokuskan bayangan secara lambat
Tombol pengatur pemusat : Mengatur intensitas cahaya
Meja objek : Tempat melatakkan objek
Makrometer : Memfokuskan bayangan secara cepat
Dasar Mikroskop : Menjaga kedudukan mikroskop
Lampu : Sumber cahaya

Cara Menggunakan Mikroskop:
Dalam menggunakan mikroskop kita harus tahu cara untuk menggunakannya terutama untuk membawa mikroskop ini jika tidak mikroskop ini akan rusak, Jadi perhatikan baik-baik di bawah ini untuk menggunakan mikroskop dengan hati-hati.

Didiskripsikan sebagai berikut ;
a. Ambillah mikroskop dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain menompang dasar mikroskop

b. Letakkan mikroskop di meja yang datar ! Aturlah sehingga lengan mikroskop terletak tepat di hadapan kalian !

c. Putarlah pengitar (revolver) sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah tepat berada di atas meja objek! Pastikan telah terdengar bunyi klik!

d. Turunkan tabung mikroskop dengan memutar makrometer sehingga lensa objektif berada lebih kurang 1 cm di atas meja objek!

e. Letakkan preparat yang akan diamati di atas meja objek !

f. Aturlah agar bagian yang akan diamati berada tepat di atas lubang meja objek ! Jepitlah preparat dengan penjepit preparat.

g. Sambil melihat dari samping, putarlah makrometer dengan hati-hati agar tabung mikroskop turun hingga hampir menyentuh preparat dan jangan sampai menyentuh preparat.

h. Sambil mengamati melalui lensa okuler, putarlah makrometer perlahan-lahan untuk menaikkan tabung mikroskop hingga preparat terlihat jelas ! Jika letaknya belum tepat, preparat dapat digeser-geser.

i. Putarlah mikrometer untuk mendapatkan fokus yang paling baik !

j. Untuk melihat preparat dengan perbesaran kuat, putarlah pengitar (revolver) hingga terdengar bunyi klik dan lensa objektif kuat tepat berada di atas meja objek.

Daftar Pustaka
Purwanto, B., A. Nugroho. 2014. Eksplorasi Ilmu Alam untuk Kelas VII SMP dan MTs. Jakarta. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.



Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom

IPA > Materi IPA SMP > Ciri-Ciri Benda Tak Hidup dan Makhluk Hidup

Kali ini saya akan membahas tentang klasifikasi makhluk hidup.
Dalam klasifikasi makhluk hidup, klasifikasi artinya suatu cara tahapan dalam mempelajari makhluk hidup dengan memperhatikan perbedaan dan persamaan ciri-ciri serta sifat yang nampak. Ilmu tentang mempelajari klasifikasi makhluk hidup adalah Taksonomi.

Pengukuran Menjadi Bagian Pengamatan

IPA > Materi IPA SMP > Objek IPA dan Pengamatannya

Dalam artikel kali ini membahas tentang Pengukuran Menjadi Bagian Pengamatan.
Ini Definisi dari pengukuran dan besaran;
Pengukuran adalah kegiatan atau proses membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Besaran adalah segala suatu yang dapat diukur. Satuan adalah sesuatu yang menyertai nilai besaran yang diukur.

Mengindentifikasikan Makhluk Hidup Secara Dikotom

Dalam mengetahui jenis makhluk hidup kita kebingungan dalam menentukan dua makhluk hidup yang hampir sama, seperti pada durian dan helai. Dua buah tersebut hampir sama tetapi juga memiliki ketidak miripan sehingga kedua tersebut masuk pada jenis yang berbeda. Jadi, disini kita akan mempelajari tentang mengidentifikasikan maklhuk hidup.


Dalam mempelajari makhluk hidup kita harus tahu yang namanya taksonomi dan aturan bionomil nomenclatur (Aturan Tata Nama). Taksonomi adalah ilmu mempelajari tentang tingkatan takson atau bisa kita bilang tingkatan dari makhluk hidup dalam setiap pengelompokkannya. Sedangkan Bionomil Nomenclatur adalah aturan tata nama dalam memberikan nama untuk jenis organisme yang kita ketahui.

Para ahli taksonomi telah menemukan alat bantu untuk mengindentifikasikan suatu jenis atau kelompok makhluk hidup. Alat tersebut dinamakan kunci determinasi.

Penyelidikan dalam IPA

Dalam membuat karya ilmiah dan skripsi pada sekolah maupun kuliah kita harus teknik penentuan metode penelitian ilmiah. Metode ilmiah sangatlah harus ada jika kita melakukan suatu penelitian pada bidang yang kita kaji.

Agar lebih mantap dalam melakukan sebuah penelian ada baiknya kalian mempelajari metode penelitian ilmiah sebelum kalian melakukan sebuah penelitian. Jadi, Simaklah baik-baik kajian di bawah ini.

Penelitian ilmiah bukan penelitian yang sembarangan dilakukan orang, tetapi penelitian yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk mendapatkan sebuah kebenaran atau petunjuk dalam penelitian dilakukan yang disebut metode ilmiah.

Penelitian ilmiah harus dapat dipertanggung jawabkan atas kesimpulan diambil, jika tidak benar maka ditolak dan jika benar maka diterima.
Tahapan yang dilakukan dalam metode ilmiah adalah melakukan pengamatan (observasi), mengajukan pertanyaan, membuat hipotesis atau disebut dugaan sementara, membuat prediksi, dan melakukan eksperimen.

Mengamati merupakan dasar dalam penelitian secara ilmiah. Dimana kita melakukan pengamatan untuk mendapatkan suatu hal yang akan menjadi permasalahan dalam penelitian.

Misalnya sebuah senter yang kita ketahui merupakan hasil pengamatan terhadap senter tersebut, pada saat tidak menyala kita akan menemukan suatu permasalahan atau penelitian terhadap senter tersebut atas pertanyaan ''mengapa senter tersebut tidak menyala ?''.

Itu adalah sebuah pertanyaan yang kemudian kita arahkan ke hipotesis atau dugaan terhadap senter tidak menyala, misalnya senter mati karena baterai atau karena senter rusak.

Kemudian prediksi dengan cara, jika senter diganti mungkin senter nyala, jika tidak maka senter rusak yang dilanjutkan dengan eksperimen dengan menggantikan s.ebuah baterai yang kemudian kita mencoba untuk menyalakan.

Jika menyala mungkin karena baterai habis, jika tidak maka bukan permasalahan pada baterai dan kita cari lagi.

    Tahapan metode ilmiah dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Bagan Proses Penyelidikan IPA
1. Pengamatan. Pengamatan terbagi dua yaitu; kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif dilakukan dengan menggunakan indra tanpa mengacu satuan yang bisa ditentukan dengan hitungan.

2. Pertanyaan. Masalah yang akan diajukan dengan berupa pertanyaan

3. Hipotesis. Hipotesis merupakan dugaan sementara yang masih membutuhkan pengujian. Hipotesis memiliki variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. variabel bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama peneltiti. Variabel terikat adalah variabel yang terjadi akibat perlakukan variabel bebas. Misalnya senter menyala akibat dari baterai. berarti penggantian baterai baru dan menggunakan baterai lama untuk percobaan sebagai variabel bebas. variabel terikat yang tidak mengalami penggantian misalnya kabel, lampu, dan lain-lain,

4. Prediksi. Prediksi merupakan pernyataan yang dapat diuji dalam eksperimen. Prediksi didasarkan pada pengamatan yang cermat dan inferensi tentang hubungan antara beberapa kejadian yang diamati. Inferensi adalah penjelasan atau interprestasi berdasarkan hasil pengamatan. Terkadang kita salah dalam menentukan prediksi dengan hipoteis yang sebenarnya memilik perbedaan dalam penelitian, yaitu hipotesis berdasarkan pada benda yang kita amati, bukanlah langsung ke hasil atau cara untuk mendapatkan kesimpulan, seperti baterai mempengaruhi menyalanya senter berarti diperlukan 2 baterai, yaitu baterai sebelumnya dan yang baru untuk membuktikannya. sedangkan prediksi mengarahkan pada hasil atau kesimpulan sementara. jika penggantian baterai maka senter akan menyala.

5. Eksperimen. Suatu prediksi dapat diuji dengan eksperimen. Eksperimen dilakukan dalam suatu lingkungan yang dikontrol dengan baik. Selanjutnya, akan diperoleh sekumpulan data hasil eksperimen yang kemudian diolah dan dipahami sehingga membentuk suatu kesimpulan.

Daftar Pustaka
Pratiwi, D.A, Maryati, S. Srikimi, Suharno, & S. Bambang.2007. Biologi untuk SMA Kelas X. Jakarta. Penerbit Erlangga.